Profil

Profil Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

         Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 32 mencantumkan (1) negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya; dan (2) negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. Salah satu bahasa dan budaya daerah adalah bahasa dan budaya Lampung. Berkaitan dengan pelestarian dan pengembangan bahasa dan budaya Lampung, Pemda Provinsi Lampung telah mengeluarkan Perda No. 2 Tahun 2008 tentang Pemeliharaan Kebudayaan Lampung, Pergub No. 4 Tahun 2011 tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Pelestarian Bahasa dan Aksara Lampung, dan Pergub No. 39 Tahun 2014 tentang Mata Pelajaran Bahasa dan Aksara Lampung sebagai Muatan Lokal Wajib pada Jenjang Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Oleh karena itu, pelestarian dan pengembangan bahasa, sastra, dan adat budaya Lampung dijamin secara konstitusional. Salah satu program yang diselenggarkan oleh Universitas Lampung untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa dan sastra Lampung adalah penyelenggaraan Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PS MPBSD).

         Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PS MPBSD) merupakan salah satu program S-2 dari 10 program S-2 yang ada di FKIP Universitas Lampung. Pembukaan PS MPBSD didasarkan pada surat Dirjen Dikti Kemendikbud No. 441/E.E2/DT/2014 tanggal 19 Mei 2014 yang memberi mandat kepada Universitas Lampung untuk menyelenggarakan Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah. Untuk menindaklanjuti kesediaan Unila menerima mandat tersebut, melalui usulan dari Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni (Dr. Muhammad Fuad, M. Hum.) ke Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (Dr. Bujang Rahman, M.Si.) yang dilanjutkan ke Rektor Universitas Lampung (Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S.), Rektor Unila mengangkat 6 orang dosen pengampu di PS MPBSD dengan menerbitkan SK Rektor No. 1156/UN26/KP/2014 tanggal 24 Juni 2014.

         PS MPBSD merupakan suatu program yang dirancang untuk menghasilkan lulusan yang berkualifikasi sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), yaitu paling rendah setara dengan jenjang delapan (pasal 5 huruf g) yang terdiri atas tiga kualifikasi. Pertama, lulusan mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan/atau seni di dalam bidang keilmuannya atau praktik profesionalnya melalui riset, hingga menghasilkan karya inovatif dan teruji. Kedua, lulusan mampu memecahkan permasalahan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni di dalam bidang keilmuannya melalui pendekatan inter atau multidisipliner. Ketiga, lulusan mampu mengelola riset dan pengembangan yang bermanfaat bagi masyarakat dan keilmuan, serta mampu mendapat pengakuan nasional dan internasional (Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia).

         Penyelengaraan PS MPBSD memerlukan acuan proses belajar-mengajar. Acuan tersebut diwujudkan dalam kurikulum. Kurikulum PS MPBSD merupakan sinergi antara ketentuan dalam KKNI, kedudukan bahasa Lampung, filosofis keilmuan (ontologis, epistemologis, dan aksiologis), dan kenyataan sosial-budaya kelampungan. Untuk itu, PS-MPBS selalu melakukan hubungan kerja, kekeluargaan dengan tokoh masyarakat baik yang dihimpun dalam Majelis Punyimbang Adat Lampung (MPAL) maupun dalam kelompok adat lain. Bersinerginya PS-MPBSD dengan para tokoh adat dapat menarik benang merah antara bahasa dan budaya yang hidup di masyarakat dengan bahasa dan budaya dalam konteks keilmuan. Hal tersebut menjadi energi bagi PS-MPBSD dalam mengembangkan keilmuan tentang bahasa dan budaya, sehingga eksistensi PS-MPBSD mulai dikenal sebagai wadah kajian secara empiris, antara lain mahasiswa diminta untuk mengisi acara kelampungan di stasiun RRI Provinsi Lampung (beralamat di Jalan Way Ngurip, Pahoman, Bandarlampung) dan TVRI (yang beralamat di Jalan Way Huwi, Sukarame, Bandarlampung dan swasta di Provinsi Lampung), dan TV Nasional Trans 7 (Ketua PS-MPBSD telah dua kali diminta menjadi nara sumber dalam acara “Tau Nggak Sih?” yang mengupas tentang asal kata makanan tradisional Lampung). Selain itu, Ketua PS-MPBSD aktif menjadi nara sumber dan pemakalah di tingkat regional, nasional, dan internasional untuk mengupas kajian bahasa, sastra, dan budaya Lampung. Representasi keaktifan Ketua PS-MPBSD menjalin komunikasi keilmuan dengan Prof. Margaret yang berasal dari Monash University Australia. Dan Ketua PS-MPBSD sejak 2010 s.d. 2011 dan 2015 s.d. 2019 diangkat sebagai Ketua Koordinator Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Lampung melalui SK Gubernur.

Selanjutnya, melalui SK Rektor Nomor:743/UN26/KP/2015 diangkatlah Dr. Farida Ariyani, M.Pd. sebagai Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PS-MPBSD) terhitung mulai 31 Juli 2015. Beriringan dengan itu pula, dikeluarkannya SK Dekan Nomor:1289/UN26/3/DT/2015 pengangkatan Tim Penjaminan Mutu Program Pascasarjana (TPMPs) MPBSD atas nama Eka Sofia Agustina, S.Pd., M.Pd. terhitung 28 September 2015 dengan masa berlaku hanya satu tahun.
Untuk mengelola PS-MPBSD dan mempersiapkan perkuliahan perdana pada tahun akademik 2014-2015, Dekan FKIP Unila menugasi Dr. Farida Ariyani, M.Pd sebagai Plt. Kaprodi. dan Dr. Munaris, M.Pd. sebagai Plt. Sekprodi dengan menerbitkan surat No. 4018/UN26/3/KP/2014 tanggal 1 Juli 2014. Dekan juga menugasi tim yang terdiri dari 4 dosen Jurusan Bahasa dan Seni untuk melakukan studi banding ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) karena UPI mempunyai program studi yang relevan dengan PS MPBSD, yaitu Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Budaya Sunda. Tugas untuk studi banding tercantum dalam Surat tugas Dekan FKIP Unila No. 4122/UN26/KP/2014 tanggal 4 Juli 2014 yang memberi tugas kepada Dr. Muhammad Fuad, M.Hum., Dr. Farida Ariyani, M.Pd., Dr. Munaris, M.Pd., dan Eka Sofia Agustina, M.Pd. untuk studi banding pada Minggu, 13 Juli 2014 s.d. Selasa, 15 Juli 2014. Kesediaan UPI menerima tim studi banding tersebut dituangkan dalam surat Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UPI No. 1423/UN40.3/DT/2014 tanggal 11 Juli 2014. Berdasarkan koordinasi internal, masukan dari Kanjeng Rizani Puspawijaya, S.H. (Tokoh Adat dan Dosen Budaya Lampung), Abang Ir.Ansori Djausal, M.T. (Tokoh Adat dan peneliti Budaya Lampung), Prof. Dr. H. A. Fauzie Nurdin, M.S. (peneliti adat Lampung), Dr. Junaiyah Matanggi, M.Hum. (pemerhati bahasa dan sastra Lampung), Dr. Sudirman, M.Hum. (peneliti bahasa Lampung), hasil studi banding, dan masukan dari berbagai pihak, disusun visi, misi, capaian PS, capaian perkuliahan, dan struktur mata kuliah dalam kurikulum PS MPBSD sebagai dasar penyelenggaraan perkuliahan.

         Nomenklatur Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah diusulkan untuk diubah menjadi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Lampung. Penggantian kata ‘daerah’ dengan ‘Lampung’ untuk memperjelas lokus dan international termnya (Lampungese Language and Literature Education). Perubahan tersebut didasarkan pada surat Dekan No. 4409/UN26/3/DT/2014 tanggal 5 Agustus 2014 sebagai tindak lanjut dari Surat PR I Unila No. 6228/UN/DT/2014 tanggal 24 Juli 2014 tentang perubahan nomenklatur program studi. Namun, sampai saat ini SK perubahan tersebut belum diterbitkan.

         Sistem perekrutan penerimaan mahasiswa PS MPBSD melalui sosialisasi pada kegiatan ilmiah guru khusus MGMP Bahasa Lampung, SMS (short massage service), lieflet, melalui acara di TVRI Lampung, dan pertemuan-pertemuan dalam Majelis Punyimbang Adat lampung (MPAL). Sampai dengan saat ini, mahasiswa PS MPBSD telah berjumlah 3 angkatan.

         Berkaitan dengan kurikulum PS MPBSD, merujuk pada Permendikbud No. 49 Tahun 2014 yang menjelaskan tentang Standar Kompetensi Lulusan yang di dalamnya terdapat Standar Isi Pembelajaran dan Standar Proses Pembelajaran yang mewajibkan mahasiswa menempuh 72 SKS dengan capaian pembelajaran terdiri atas (1) Perkuliahan lebih kurang 32 SKS; (2) Proposal Tesis lebih kurang 5 SKS; (3) Penelitian dan Penulisan Tesis lebih kurang 20 SKS; (4) Seminar lebih kurang 5 SKS; dan (5) Karya Ilmiah lebih kurang 10 SKS. Tetapi dalam perjalanannya ada hal baru yang berkenaan dengan pengubahan Standar Proses Pembelajaran, bahwa jumlah SKS kembali ke 49 SKS untuk magister yang terdiri atas (1) Perkuliahan lebih kurang 32 SKS; (2) Proposal Tesis lebih kurang 3 SKS; (3) Penelitian dan Penulisan Tesis lebih kurang 7 SKS; dan (4) Seminar lebih kurang 5 SKS. Sedangkan, Karya Ilmiah dihapuskan dalam SKS atau 0 SKS tetapi diwajibkan ketika mahasiswa akan ujian komprehensif. Sistem perubahan tersebut berlaku menyeluruh dari tingkat Pascasarjana Universitas Lampung.